Keuangan

Tips keuangan ala Prita Ghozie

October 16, 2019

Tips keuangan Prita ghozie
Di jaman yang serba digital sekarang ini, kita dituntut cermat dalam mengatur keuangan. Mau tak mau, agar kebocoran keuangan alias besar pasak daripada tiang tak terjadi maka ada baiknya kita melakukan 3 tips yang Prita Ghozie bagikan dalam bincang WhatsApp kumparan Mom hari selasa, 15 Oktober 2019. Apa saja tipsnya :

1. Selalu atur rencana keuangan bulanan

Budgeting alias plot pemasukan dan rencana pengeluaran menjadi sangat penting agar kita membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan. Dahulukan semua hal yang menjadi kebutuhan pokok seperti biaya pendidikan, tagihan, simpanan jangka panjang dan investasi , serta dana darurat. Prita dalam instagramnya juga membagi cara mengatur keuangan antara lain untuk dana sosial 5%,dana darurat dan asuransi 10%, biaya hidup 60%, tabungan dan investasi 15%, serta kebutuhan gaya hidup 10%. Dalam merencanakan keuangan tersebut dibutuhkan kedisiplinan agar tidak terjadi bobol pengeluaran.

2. Memiliki 3 rekening

Sebenarnya, 3 rekening ini kita gunakan sebagai rekening tabungan yang digunakan untuk operasional, rekening investasi, dan rekening di dompet elektronik yang digunakan untuk hal yang sifatnya cashless. Jika kita kesulitan menabung, Prita Ghozie juga mengenalkan istilah HAPSARI (Hanya Perlu Selembar Sehari). Prita mencontohkan, jika kita menabung atau menyisihkan sepuluh ribu sehari, maka dalam setahun kita telah menyimpan dana sebesar 3.650.000 rupiah dan jika hal tersebut dilakukan selama kurun waktu lima tahun, dana yang terkumpul sebesar 20.168.550 ( dengan perhitungan suku bunga 5%) jika disimpan dalam bank dan menjadi sekitar 27.161.840 jika disimpan dalam bentuk investasi (perhitungan suku bunga 10%). Kalaupun dana tersebut tidak disimpan di bank atau digunakan untuk kebutuhan usaha, maka kita telah menyisihkan nilai yang cukup lumayan dengan kedisiplinan kita menyisihkan sehari satu lembar.
Hapsari hanya perlu selembar sehari
Hanya perlu selembar sehari (HAPSARI)
Sumber : Akun IG ZAP Finance

3. Disiplin

Bagaimanapun, serapi-rapinya kita membagi dan mengatur rencana keuangan bulanan akan menjadi tidak berguna jika dalam pelaksanaannya kita tidak disiplin. Alokasi gaya hidup 10% yang tadi diatur akan menjadi sia-sia jika kita mengikuti hawa nafsu, misal belanja atau pesan makanan online di jam kritis kantor ( sekitar jam 4-5 sore) atau membelanjakan lebih dari yang telah diatur.

Semoga tips-tips yang saya resume dari kulwap berguna. Selamat mencoba

Cerpen

Sebait doa untuk ibuku

October 13, 2019


Cerpen sebait doa untuk ibuku
Astagfirullah...
Tak kuasa aku menahan, tangisanku akhirnya pecah juga. Baru saja, bentakan kasar keluar dari mulutku hanya karena aku merasa terganggu oleh pertanyaan rasa ingin tahu Sophie yang harusnya aku jawab dengan baik. Sophie menangis tergugu di hadapanku dan hal tersebut semakin membuatku terluka. Anakku tangisnya pecah karena aku tak mampu mengendalikan emosi akibat perasaan yang aku tahan sore tadi. Mungkin hanya suudzonku saja, ketika melihat ibu dan adikku berbisik-bisik dan tak sengaja terpergok olehku. Karena tiba-tiba obrolan mereka dihentikan ketika aku lewat. Aku mengalaminya tak hanya sekali. Hatiku teriris rasanya..

Diperlakukan berbeda sedari kecil membuatku menjadi pribadi yang minder dan merasa rendah diri. Perasaan tersebut semakin parah setelah menikah, bukan karena suami atau anakku tetapi hal lain. Seringnya ibu membentakku, mencubitku ketika kesal membuatku tanpa sadar menyimpan kenangan tersebut di alam bawah sadarku.
Ibuku termasuk orangtua  yang kaku dan kurang fleksibel, keras dan suka memaksakan sesuatu padaku.  Sebetulnya  hal  ini aku  maklumi karena ibuku juga mengalami perlakuan yang sama denganku. Sayangnya ibuku pada adikku tak sama dengan yang aku terima.

Ibuku begitu memahami segala kebutuhan dan mencukupi kasih sayang adikku. Pernah hanya karena soal aku makan sedikit lebih banyak dari biasanya, ibuku melukaiku. Pernah pula mengatur makanan yang boleh kumakan atau tidak hanya sekedar agar adikku mau makan. Hal yang juga paling membuatku jadi sangat minder adalah ketika Fahmi memfitnahku mencuri uang tabungan yang aku tabung sendiri di rekening dan ibu percaya, aku dimarahi tanpa mau mengkonfirmasi terlebih dahulu kesalahanku. Adikku, Anita juga berlaku yang sama, ibu malah mendiamkan ku setahun hanya karena menerima kesaksian palsu adikku. Dia mengaku aku marahi karena tak mengangkat jemuran ketika dia sedang mengepel. Padahal, waktu itu Anita tidur-tiduran dan tak menggubris permintaan tolongku. Sadis..

Tak luput dari ingatanku, ketika aku meminta ijin agar diperbolehkan bekerja di luar kota. Kala itu, adikku juga meminta ijin yang sama dan ibu hanya memberikan ijin tersebut ke adikku sambil menatapku angkuh. Semacam melukai dengan  tatapan. Aku juga pernah didiamkan lama kala itu karena belum mendapat pekerjaan setelah lulus, sementara adikku didukung penuh dan itu membuatku sakit.

Ya Allah..
Terlalu banyak luka batin yang aku miliki, aku berharap bisa lepas dari jerat perasaan ini. Mirip perasaan ingin mengakhiri hidup, astagfirullah. Tapi aku masih waras, aku masih berharap bisa masuk JannahNYA. Meskipun kadang ingin sekali aku menjadi anak nakal saja. Toh sama saja, berusaha jadi anak baik pun tak pernah berguna di matanya. Kalau sedang tak ada nalar, ingin rasanya ku hentikan doa yang kupanjatkan tiap selesai shalat untuk orangtuaku. Bagiku sama saja, ibuku hanya Ridha kepada adik-adikku, hanya sayang ke mereka dan aku menganggap ibuku hanya ingin didoakan mereka saja. Apalagi, aku juga ragu dengan doaku, aku merasa ibuku tak suka jadi tak perlu berdoa untuknya saja, dan aku tak percaya diri menganggap diriku baik di mataNYA. Astagfirullah.. tertatih-tatih aku berusaha tetap beriman dan lurus di jalanMu Yaa Rabb...

Ya Allah,..
Hanya berharap bahwa batinku yang terluka tak berlarut-larut dan mampu segera bangkit. Bagaimanapun Shopie membutuhkan sosok ibu yang penyayang yang mencontohkan keshalihan padanya. Mencontohkan ada Allah dengan kasih sayangNYA yang begitu besar padanya. Hanya karena luka masa lalu, lantas pantaskah aku berlaku yang sama ke Shopie? Sungguh tak adil rasanya, Shopie yang penyayang dan begitu polos. Tatapan matanya yang selalu bersinar membuatku terus berusaha untuk bangkit. Membuatku bersemangat menghadapi hari-hariku yang melelahkan.

Biarkan aku diperlakukan beda, tapi jangan sampai anak-anakku kelak menerima hal yang sama. Semoga Allah memberi hidayah, memberi petunjuk bagi beliau agar terbuka hatinya. Agar hati ini lebih tentram beribadah, tugas anak hanyalah berbakti. Seburuk dan sejahat apapun orangtuanya..

#review

(Review) Buku Petualangan Rumi

October 12, 2019

Review buku petualangan Rumi

Rumi adalah singkatan dari Rumah Mungil. Sebuah mobil seukuran mini bus dan mirip seperti sebuah rumah, terdapat dapur dan kamar tempat beristirahat. Buku Petualangan Rumi menceritakan tentang perjalanan Moza, Angga dan papanya menyusuri pulau Jawa sambil menikmati kuliner di masing-masing daerah yang dikunjungi.
Berangkat dari Bogor, Moza, Agga, dan papanya menuju kota pertama yaitu Cirebon yang dikenal sebagai kota udang. Mereka mencoba masakan asli Cirebon dan kemudian melanjutkan ke kota lain seperti Pekalongan, Kendal, Semarang dan Banyuwangi. Di perhentian tak lupa mereka mencicipi beragam kuliner khas.
Lewat Petualangan Rumi, Dewie Rika, penulis buku yang sekaligus seorang blogger ini ingin mengenalkan ke anak-anak beragam kuliner di pulau Jawa dan Bali. Alur ceritanya yang maju membuat kita dibawa suasana seolah-olah sedang berada di latar cerita.
Cerita menjadi penuh haru ketika ada pencuri berusaha memasuki Rumi dan Agga dan Moza yang kala itu berada di dekat Rumi berteriak minta tolong. Penulis menceritakan dengan bahasa yang ringan sehingga mudah dipahami oleh anak-anak yang membacanya.
 Dilengkapi berbagai macam ilustrasi yang menarik, tebak-tebakan dan quiz sehingga selain mendapatkan manfaat dari membaca, anak-anak juga diajak beraktivitas dan menghafal berbagai macam kuliner Nusantara.

Motivasi

Merencanakan ulang hidup

October 12, 2019

Merencanakan ulang hidup

Pernah merasa hidup buntu dan tak tahu kemana arah tujuan? Jangan-jangan selama hidup kita, kita hanya berpikir seperti air mengalir alias like a water flow. Iya kalau arah air mengalirnya dari hulu sampai ke laut, salah-salah mengalir ke (maaf) selokan, Ups.. Ini hanya gambaran kecil kalau kita tak merencanakan apapun dalam hidup. Pernah mendengar slogan, Gagal merencanakan berarti merencanakan kegagalan? Kira-kira demikian kalau kita mengabaikan apa yang menjadi tujuan kita hidup.

Setiap manusia lahir membawa dua tujuan. Tujuan jangka pendek dan panjang. Dalam tujuan jangka panjang, manusia hidup dengan tujuan untuk beribadah kepadaNYA. Seperti yang tertulis dalam QS. Adz-Dzariyat ayat 51, Tidaklah manusia dan jin diciptakan kecuali untuk beribadah kepada Allah. Sehingga jelas tujuan jangka panjang kita adalah untuk beribadah kepada Allah. Sedang tujuan jangka pendeknya adalah tujuan manusia selama hidup seperti mencapai gelar, keahlian atau misi hidup tertentu.

Lalu jika kita telah paham ke mana arah tujuan kita, selanjutnya bagaimana kita memulai?

1. Tetapkan impian dan sasaran

Jangan takut bermimpi, kalau kata Bung Karno, bermimpi lah yang tinggi maka jika kau  jatuh, kau akan terjatuh diantara bintang-bintang. Bermimpi itu gratis, kita bisa menetapkan impian dan menjadi seperti apa yang kita inginkan selama kita mau berusaha dan berdoa. Oya, jangan lupa tulis impianmu, atau bahkan akan lebih bagus jika disertai mindmap ya. Sehingga tujuan akhir kita akan lebih jelas. Jika mimpi sudah tertulis selanjutnya tugas kita adalah menetapkan sasaran. Misal, jika tujuan kita menjadi dokter atau programmer , maka sasaran kita adalah memiliki gelar sarjana kedokteran dan memenuhi tanggung jawab studi agar mendapat gelar dokter. Jika tujuan kita menjadi programmer, kita bisa belajar otodidak selama sekian tahun atau menempuh gelar kesarjanaan.
Mulailah menentukan sasaran hidupmu

2. Kejar sasaran

Jika telah menetapkan  sasaran, misal menjadi menjadi seorang  blogger profesional atau ahli, maka minimal kita memiliki 10.000 jam terbang yang artinya kita harus belajar sekitar 14 jam per hari jika ingin menjadi profesional dalam kurun waktu 2 tahun dan
6,8 jam per hari jika ingin menjadi ahli atau profesional dalam waktu 4 tahun. Tidak ada yang tidak mungkin selama kita mau berusaha dan yakin usaha kita berhasil, tentunya tetap dibarengi doa dan tawakkal.

3. Mengubah setiap kelemahan dan kegagalan menjadi kekuatan untuk bangkit

Kadang, terlalu banyak alasan adalah salah satu hal yang justru membuat kita menjadi tidak yakin dan akhirnya membuat kita gagal.
Contoh alasan yang dimaksud :
- Aku miskin, mana mungkin aku bisa kuliah?
- Aku kan ibu rumah tangga dengan segudang aktivitas, mana mungkin aku bisa jadi profesional ?
- Aku tak punya laptop, smartphone atau buku penunjang aku belajar, lalu bagaimana aku bisa?

Intinya, mulai saja..semesta akan mendukung dan mengikuti mimpimu..begitu kira-kira prof Yohanes Surya pernah berkata.
Bahkan dalam Al Quran juga telah disebutkan..bahwa Allah mengikuti persangkaan hambaNYA. Selama kita yakin, otak kita akan bekerja mengarahkan berbagai potensi di sekitar kita dan membuka jalan kemungkinan. Yakin dan terus berdoa.
Pesan quote The dream dan come true of we have the courage to pursue

4. Tawakkal dan berserah diri

Setelah semua sasaran ditetapkan, ada baiknya kita barengi usaha sungguh-sungguh kita dengan doa dan berserah diri. Bahwa Allah-lah segala pemilik rencana. Bahwa Allah-lah pemberi jawab terbaik dari usaha dan doa kita. Bahwa tiada daya dan Kekuatan selain Allah. Laa Haula walaa Quwwata Illa Billah..

resep

Cooking Class : Berkunjung ke Bakpao Kantil Salatiga

October 12, 2019

Bunda Desi sedang melakukan briefing kepada anak TK dan PAUD Al hikmah

Bulan ini, PAUD tempat kakak sekolah mengadakan cooking class. Di cooking Class kali ini, sekolah mengajak kakak mengunjungi rumah mas Hafidz. Mas Hafidz adalah salah seorang siswa di
sekolah tempat Uty belajar yang orangtuanya memiliki usah bakpao ini.

Setelah anak-anak berdoa dan menerima briefing yang disampaikan Bunda Desi, TK, PAUD dan Orangtua serta guru berangkat menuju pabrik bakpao Kantil dengan berjalan kaki karena ternyata rumahnya tak terlalu jauh dari sekolah. Di tempat tersebut, sebelum mulai bunda Desi dan pemilik menjelaskan perihal membuat bakpao dan meminta kami mengunci pintu yang menyebabkan bakpaonya kering dan butuh waktu lebih lama lagi untuk mengembang ketika bakpaonya kering.

Setelah bunda Fiya dan bunda Desi memberi nama masing-masing anak di kertas roti,  anak-anak mulai diberikan sejumput adonan. Dengan antre, anak-anak mulai mendapatkan kertas rotinya. Kakak mendapat giliran pertama bersama  teman lain Devina, Malik, Fadhil dan bunda guru. Anak-anak diajari membuat bakpao dari cara memasukkan usianya hingga menutupnya dan membentuknya sesuai isiannya. Ada isian coklat yang bentuknya lonjong, kacang hijau, blueberry yang cantik seperti bunga, ayam, strawberry dan kacang.
Beberapa anak menekan nekan adonan bakpao
Tepung adonan ditekan-tekan
Ayah mas Hafidz yang merupakan pembuat adonan menjelaskan bahwa beliau sudah membuat bakpao selama 15 tahun. Begitu mahirnya beliau membentuk adonan dan memberi contoh ke bunda-bunda guru. Ternyata memberi isian dan menutup bakpao tidak semudah dan secepat yang ayah mas Hafiz lakukan. Butuh tangan terampil dan terbiasa untuk menghasilkan bentuk dan rasa yang enak.
Membuat cekungan dan memberi isian coklat
Memberi isian coklat meises

Setelah semua adonan siap, mulailah satu persatu bakpao yang masih mentas dimasukkan ke dalam dandang kukus yang diameternya sekitar 50 cm. Dandang yang dipakai untuk mengukus ternyata berbeda dengan dandang yang digunakan untuk mengukus nasi pada umumnya. Berlayer-layer alias berlapis-lapis. Sekitar 15 kotak ditumpuk baru kemudian ditutup. Cara menutupnya pun unik, dengan bantuan katrol dan tali tambang karena 15 tumpukan tersebut tak mungkin bisa dijangkau tangan. Proses memasakpun dilakukan dan jika adonannya pas, tidak terlalu kering maka hanya sekitar 2 jam saja proses memasaknya, tetapi jika adonan kering karena pengaruh cuaca maka proses memasak bisa berlangsung hingga 3 jam lebih. Hasilnya, bakpao lembut dan mengembang yang enak dan siap dipasarkan di seluruh Salatiga. Hmmm..
Kukusan bakpao, bakpao yang telah jadi
Dari kiri ke kanan, kukusan bakpao, hasil bakpao yang sudah jadi, kakak menikmati bakpao coklat
Dok.pribadi

Setelah mencoba bakpao dan merasakannya kakak dan teman-teman nya berdoa dan kamipun pulang dengan membawa oleh-oleh bakpao Kantil yang super lembut. Hmmm

Parenting

Bunda, Yuk Kenali 4 akibat suka marah

October 11, 2019


Gambar anak pemurung
Kalau ditanya, pernahkah marah pada anak? Maka sebagian besar ibu akan menjawab iya. Memarahi anak bisa berwujud ringan semacam teguran, bentakan hingga tindakan kekerasan yaitu memukul. Ih, ngeri juga ya kalau tangan kita sampai melayang dan menggores luka tak kentara pada si kecil. Padahal, mungkin alasan bunda marah hanyalah disebabkan hal sepele atau hanya karena hati bunda juga sedang terluka kala itu. Aih...

Lantas, bagaimana mengelola emosi agar tak cepat marah pada anak? Sebelum membahas tentang bagaimana menahan emosi, terlebih dahulu kita bahas hal-hal apa saja yang terjadi  ketika  kita memarahi anak. Kemarahan pada anak umumnya menyebabkan anak mengalami hal berikut :

1. Anak kehilangan milyaran sel otak

Ketika anak terkejut melihat reaksi bentakan bunda, milyaran sel otaknya akan mati. Sudah jelas bahwa marah bersifat destruktif terhadap sel-sel otak. Dikutip dari The Asian Parent,  Lise Gliot seorang peneliti yang melakukan penelitian  tentang akibat bentakan terhadap anak tersebut menggunakan anaknya sendiri sebagai obyek penelitian.  Guliot  menemukan bahwa suara bentakan juga mengganggu fungsi organ penting dalam tubuh sang anak. Citra visual seperti balon yang dihasilkan ketika anak menyusui pecah ketika anak mendengar bentakan.

 2. Anak  menjadi pemarah dan apatis

Melihat bunda yang suka marah, maka anak akan belajar bagaimana bunda menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan marah. Atau jika anak sudah paham apa sebenarnya marah, yang ada anak akan merasa tidak disayangi. Akhirnya anak akan melampiaskan kekesalannya dengan marah dan bersikap apatis pula.

3. Anak menjadi pribadi yang tertutup dan minder

Sering diperlakukan tidak menyenangkan, apalagi jika kita juga membandingkan anak dengan anak lain yang menurut kita lebih tepat dicontoh, alhasil anak akan merasa tidak percaya diri. Ketidakpercayaan terhadap diri sendiri ini akhirnya memicu anak menarik diri. Kasus lain akibat sering dimarahi, karena anak merasa tak pernah berperilaku benar di mata bunda maka anak menjadi takut jujur dan mengemukakan pendapatnya. Hal ini juga memicu anak berkata bohong. Widiww..

4. Anak menjadi takut mencoba hal baru

Begini salah, begitu salah karena sering dimarahi berakibat anak jadi takut mencoba karena takut salah..Ups..


Sumber : TheAsianparent

Poem

Adalah wanita dan Hujan

October 10, 2019

Bangunan kota dan hujan

Wahai wanita
Bersama derasnya hujan
Bersenandung gulana
Air matanya mengalir
Bersama hujan

Biar tak seorangpun tahu
Kalbunya teriris kala itu
Bersama deru hujan
Dan amarah yang ia tahan
Basah kepalang basah
Basah air mata, basah air  hujan

Sudahlah sudah
Cukupkan pilunya
Gantikan senyuman
Yang aku nanti selalu
Bersama mentari
Yang bersinar pagi ini

Agar Allah gantikan
Dengan hikmah dan rahmatNYA
Bukankah hujan itu Rahmat
Maka tersenyumlah
Kala hujan turun

Maka nikmatilah
Setiap ujian yang datang
Bersama aroma tanah
Kala penghujan tiba

Sedih yang kau rasa
Lepas dan ikhlaskan
Agar jadi Penggugur dosa
Yang ringankan hisabmu
Di akhir nanti

Sudahlah sudah..
Ikhlaskan..




Featured post

Tips keuangan ala Prita Ghozie

Popular Posts